Untitled
Sungguh ironi sekali ketika melihat keadaan hari ini… Semalam saya bisa tersenyum lebar, rasanya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Entah kenapa..
…perasaan saya sekarang sedang campur aduk…
Sebenarnya tidak ada yang harus saya benci, tapi saya sekranag merasa sedang membenci diri saya yang begitu lemah dan sensitif akan hal-hal yang belum semestinya benar. Apakah kamu mengerti apa yang saya rasakan sekarang ini ? Rasa ketidakpastian yang sedang berputar putar sehingga saya tidak dapat berfikir jernih. Apakah saya ini termasuk orang yang lemah? Atau berpura-pura lemah?
Sedih.
Terkadang saya tidak sadar bahwa saya selalu memikirkannya. Ingin sekali tiap detik melihat wajahnya yang selalu membuat saya tenang. Mendengar suaranya dan menyium baunya saja sudah membuat saya senang. Tapi entah kenapa, dibalik semua euphoria tersebut, saya terkadang merasa seperti seseorang yang tidak memiliki apapun. Setiap harinya saya berfikir akan sebuah cara bagaimana agar saya dapat membuatnya teringat akan diri saya yang saya anggap tidak menarik ketika berhadapan didepannya.
Cemburu.
Mungkin itulah kata yang cocok dalam mendeskripsikan perasaan saya sekarang ini.
“seperti teriris oleh benda tajam”, perasaan semacam inilah yang ingin sekali saya hindari, saya begitu benci ketika hal ini terjadi, karena ketika sudah demikian, saya tidak dapat berfikir lagi. Mungkin ini sedikit berlebihan, tapi hal ini juga saya sendiri yang mebuatnya terjadi, ini juga karena ulah saya yang pengecut dan tidak berani.
Mungkin dalam hal lainnya saya berani untuk bersikap, tapi entah kenapa ketika bersamanya saya seakan2 ia melumpuhkan semua tameng yang ada dalam diri saya. Saya tidak ingin terlalu mengagungkan dia, karena seperti yang ibu saya selalu bilang “jangan terlalu dalam, atau berharap terlalu tinggi. Karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari. karena ketika kamu terjatuh, rasanya akan sakit sekali”. Saya sama sekali tidak terjatuh sekarang ini, tapi mungkin, saya merasa bahwa gravitasi perlahan lahan membawa saya ke permukaan bumi.
Bukannya saya tidak ingin seperti hari kemarindimana saya selalu memikirkannya dan mengaguminya, tapi saya kini juga sadar, apakah dia peduli? Ya, dia sangat peduli, tapi… Ah, mengapa saya berputar putar seperti ini ya? Ohya, saya baru menangkan satu kalimat yang mewakili seluruh isi tulisan saya disini.
“hilangnya sebuah kepercayaan”
Tiba2, yang tadinya kepercayaan saya sudah pulih, entah kenapa tiba2 saya berkata kepada diri saya bahwa selama ini saya masih dibutai oleh perasaan saya yang begitu dalam terhadap dia dan melupakan semua kejadian di masa lalu, dimana saya menjadi percaya kepada dia tanpa berfikir.
Entah kenapa pagi ini saya seperti digampar oleh diri saya sendiri dan berkata, “Apakah saya masih dapat mempercayainya lagi?”.
Bunuh.
Aku ingin sekali membunuh kalian wanita wanita yang mendekatinya.
Silahkan benci saya.
Ini hati saya yang berbicara.
Sedih sekali. Mungkin, ini alasannya kenapa saya ingin sekali pulang ke rumah besok ini. Saya tidak ingin melihatnya untuk beberapa waktu dekat ini. Satu hal, saya tidak posesif.
Anda bingung membaca semua tulisan saya bukan? Ya, saya juga bingung, karena memang seperti berputar putar. Tapi saya sebenarnya hanya mengeluarkan apa yang sedang saya pikirkan dan ucapkan dalam hati. “seperti teriris oleh benda tajam”, hanya itu yang akan saya rasakan ketika melihat dia. BODOH SEKALI SAYA INI… Dia yang saya anggap sebagai inspirasi utama saya dalam setiap karya, dan alasan mengapa saya mengajdi begitu termotivasi setiap kali saya tidak memiliki keinginan untuk memulai berkarya. Mungkin karena itulah saya begitu mengagumi dia, dia yang sellau memberi saya semangat, dan inspirasi. Rasanya tangan dan otak saya tidak ingin menggambar hal lain selain wajahnya. tapi kenapa saya begitu memanjakannya dalam pikiran saya? Saya tidak akan lagi-lagi memujanya. Semoga ini dapat membuat saya setidaknya jauh lebih tenang.
Tapi entah kenapa, pastinya setelah saya mengakhiri semua tulisan saya ini, saya akan balik lagi merasa sedih. Sekarang saya mengerti betapa mahalnya sebuah kepercayaan, dan ketika seseorang sudah kehilangan kepercayaannya, susah sekali memulihkan kepercayaan itu kembali.
saya ingin minta maaf apabila mungkin kini saya sudah tidak peduli dengan apa yang akan dia lakukan diluar sana. saya tidak mau sakit untuk kedua kalinya. Saya yakin dia tidak akan menyakiti saya, atau berbohong, tapi, saya sudah terlanjur tidak ingin memikirkan apa yang ia lakukan diluar sana. Ketika ia sedang berada dengan teman temannya, hingga malam hari, itu membuat saya lebih takut. entah apa yang dia lakukan diluar sana, saya tidak akan lagi memikirkan hal tersebut. Saya harap dia tahu yang mana yang baik untuknya..dan mana yang tidak. Saya tidak mengatakan bahwa saya mengurangi perasaan saya terhadap dia, hanya saja, saya mulai sekarang akan mengurangi sikap saya yang penuh tanda tanya ini, dan menyerahkannya pada dia. Saya sudah sangat lelah menebak nebak semua hal yang masih saya anggap puzzle mengenai dia, walaupun saya sangat tahu sekali, dia terkadang masih tidak ingin berkata jujur tentang suatu hal, tapi saya sudah masa bodo dengan semua itu. untuk apa saya bertanya tentang masa lalu ? Tapi saya hanya tidak ingin diperlakukan seperti yang ia perlakukan terhadap semua itu kepada saya. hanya itu.
Gila gw bengek gini di warnet.
