Siang itu aku berteduh dibawah pohon yang rindang, matahari begitu terik sehingga aku hanya dapat menikmati hari hari dengan tidur sepanjang hari. Aku masih kenyang, semalam aku memakan seekor mangsa yang kebetulan sedang lengah bermain didekat danau. Rasanya hidup ini begitu membosankan. Itu-itu saja yang ku lakukan. Tapi apa boleh buat, mungkin memang itu sudah takdirku. Seperti layaknya matahari, ia menyinari bumi dan memberikan kehidupan, itu lah tugasnya. Tugasku? Hidup dan memburu. Aku tak pernah mengkasihani apa yang telah ku santap, karena bagiku mereka hanya pemberian alam kepadaku, dan harus ku terima. Persetan dengan kehidupan mereka, aku berhak memakan mereka!
Hari pun berganti, aku masih merasa bingung, dan bosan. Sesungguhnya aku masih menikmati apa yang biasa kulakukan tiap hari, namun masih ada yang mengganjal di dalam pikiranku.
Si bulu-bulu halus itu.
Ingin rasanya menolak takdir. Nafsuku untuk memakannya menghilang begitu saja, entah kenapa, namun aku sudah tidak memandangnya sebagai mangsaku.
Lebih baik malam ini aku menghampirinya.
Kali ini, langit begitu cerah, bintang menghiasi langit malam nan luas itu dengan percikan cahayanya yang indah. Aku hanya dapat menatap langit, sambil menunggu si jemari kecil itu untuk muncul, bersama kawan kawannya. Aku berbaring dan kemudian aku mulai mengantuk, lebih baik aku tidur saja. Aku pejamkan mataku ini, namun tiba2 aku mencium bau yang sangat wangi. Apakah itu si jemari mungil?
iya. ternyata itu kamu. Mengapa kali ini kau seorang diri?
Mungkin aku lebih baik diam saja dan memperhatikanmu dari jauh. Mungkin itu lebih baik. Malam terasa begitu sejuk ketika melihatmu berada didekatku, aku, ingin maju selangkah.
Aku berdiri secara perlahan, mungkin itu akan sedikit membuatmu lebih tenang.
…..
Dan aku berhasil, aku kira kau akan pergi seperti biasanya.
Kau memandangku seakan aku ini tidak asing bagimu, detak jantungmu mulai tenang. Aku pun merasakan suatu kedekatan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Aku ingin sekali, maju satu langkah.
Akankah kau maju ketika aku mendekatimu?
