Kalau saja engkau ingin mengintip apa yang terjadi di alam dimana aku hidup, kau pasti akan senang. Berburu, menyerang, tidur, bermain, berlari.
Bulan menyinari malamku dengan terangnya. Malam begitu dingin bagiku, aku pun selalu berfikir apa yang harus aku lakukan agar tidak lagi merasakan dinginnya malam.
Aku menciumnya! Wangi seekor mangsa yang denyut jantungnya dapat kudengar walau aku jauh darinya. Aku berlari dan terus berpacu mengikuti wangi mangsa tersebut. Aku bersembunyi agar kau tak dapat merasakan kehadiranku. Kau sangat hangat, iya, aku dapat merasakannya, bulu-bulu putih yang lembut itu seakan membuatku ingin menyantapnya. Kau sangat lemah, kau dan teman temannya. Aku tak sabar ingin menerkam apa yang ada didepan hadapanku ini. Aku ingin sekali menyerangmu, namun kau terlalu asyik bersama teman-temanmu. Aku tak berani menyerangmu, kalian terlalu banyak. Aku menyerah, untuk sekarang.
Esok paginya, aku berdiri tepat dimana kau berada semalam. Aku membayangkan sosokmu berada dalam genggamanku, dan siap aku santap. Namun, bulu bulu itu terlalu halus sehingga aku tak tega untuk menyerangmu. Kau terlalu lembut untuk aku makan. Tapi mangsa adalah mangsa, aku tidak boleh membandingkan kamu dengan lainnya, kau tahu itu kan?
Tergoda dengan sosok yang lembut itu membuat aku ingin sekali melihatnya lagi, tentunya diam diam. Alangkah indahnya apabila aku dapat mengunyah daging yang kenyal nan hangat itu? Pasti darahmu sangat manis, sehingga aku tidak dapat berhenti menyantapmu, oh mangsaku.
Malam pun tiba, aku bergegas mencarimu, dimanapun kamu berada, aku dapat mencium bau itu. Kau tidak jauh, kau berada didekatku. Ternyata disitulah dirimu, mangsaku. Namun kau masih saja dengan kawan-kawanmu, aku tidak berani menghampirimu. Aku ingin maju lebih sedikit agak dapat memperlihatkan sosokku yang sangat menyeramkan ini, namun aku takut kau akan lari, lari secepat angin. Mungkin aku seharusnya memang hanya bisa memantaumu diam diam.
Jemarimu begitu kecil sehingga aku ingin sekali mengunyahnya, pasti akan sangat lezat apabila aku memakannya malam ini. Pernahkah kau berfikir sedikitpun bahwa ada yang memikirkan mu diluar sana? Dimana ia seharian memikirkan cara hanya untuk berjumpa denganmu? Mungkin kamu hanya memikirkan apa yang ada di depan kamu, tidak memikirkan apa yang sebenarnya ada diluar sana. Aku hanya bisa menunggu sampai kamu bisa merasakan kehadiran ku setiap malam, aku yang selalu memantau mu, menunggu.
Hingga suatu hari, aku memberanikan diriku untuk memperlihatkan sosokku ini. Aku sudah tak tahan, aku ingin kau segera mengingatku walau kau akan lari! namun kau tidak lari, kau hanya menatapku dalam dalam, tetapi teman temanmu tiba tiba menarik kembali perhatianmu. Sungguh aku merasa sangat tidak berdaya dengan keadaan ini, mengapa kau tidak ingin melihat ku lagi? Apakah aku hanya angin lewat bagimu? Aku menyerah. Aku lelah.
Sesampai diriku ke tempat dimana aku biasa merebahkan badanku yang sudah lama tak menikmati apa yang dulu biasa aku lakukan, aku jadi merasa begitu lemah. Berlari ke puncak, berburu mangsa, berbaring dibawah matahari, semua itu sudah tidak ada artinya bagiku. Sosokmu sudah meracuni pikiranku, aku yang selalu ingin terlihat kuat nan acuh, kau rusak semua barikade itu hanya dengan membawamu ke dalam pikiranku ini. Kau begitu kuat, walau terlihat lemah. Apa yang terjadi ? mengapa aku jadi sangat lemah? Aku ditakdirkan dan dilahirkan sebagai mahluk alam yang kuat dan menyeramkan, mengapa aku kini menjadi mahluk yang tidak memiliki daya juang.
Kini alam tak begitu penting bagiku. Sinar yang pernah menerangi jalanku ketika malam tiba pun tak lagi jadi penolong ketika gelap menyerang, karena sosokmu lah yang menerangi pikiranku. Lagi lagi saya merasa bingung, mengapa mahluk buruk rupa dan menyeramkan seperti aku ini lemah hanya terhadap sang mangsa yang sesungguhnya tak memiliki arti bagiku, karena ia adalah santapanku. Namun, ia begitu lembut. Ingin ku lahap badannya sekaligus, aku ingin sekali. Andai saja aku tak terlihat, maka aku akan menerkammu kapanpun yang ku mau.
Tunggu, aku memang tak terlihat, bukan? Kau tak akan pernah memperdulikan sosokku ini, bukankah begitu, mangsaku?
Akan kucoba untuk mendekatimu, sekali lagi.

ome wa toumei ningen sa… XD
kaya vampir lo
tapi nangkep2 dikit gw.. hehhehe
August 19, 2009 at 10:16 am