So, my friend Adhi gave me this link over FB. At first, I wasn’t going to like it, since don’t like Adele at all! But Daft Punk is in it D8 So why not.
-
Adele vs. Daft Punk (Something About The Fire)
March 21, 2012 by neetha
Category Uncategorized | Tags: | No Comments
-
Still
March 11, 2012 by neetha

What do you do when you find a person that’s as enthusiastic as you are in to art?
You keep him.
Category Ordinary Day | Tags: | No Comments
-
Slowpoke
March 8, 2012 by neetha
I have been a very very slow person lately, I think I need vitamins kinda stuff. I haven’t been eating proper food, I need nutrition
I miss home and I miss my mom’s cooking soooo bad! But I recently got this movie from Aul, called “The Chef Of South Polar” or “Nankyoku ryôrinin”. You might want to google it. I may have to be honest, I kinda have a big appetite since watching that frikkin movie D8 I watched it like 4 times now.
I WANT THAT LOBSTER! OM NOM NOMS D’8<
SO NEWAYS! I have been browsing “Anita Yustisia” and I found online articles about me, (not just me though) and I wanna share it here
Melihat Peta Seniman Muda
Karya-karya yang tidak terpilih sering berkaitan dengan persoalan teknis, persoalan lemah dalam presentasi, metafor.
Koran JakartaTiga ekor burung gagak berwarna hitam pekat tampak sedang terbang rendah dan akan menghinggapi setumpuk tubuh manusia. Matanya jalang sembari memastikan bahwa manusia tersebut sudah benar-benar mati dan layak disantap.
Kematian memang menyisakan misteri. Setiap orang punya jalan dan cara kematiannya sendiri. Manusia tinggal memilih, apakah akan mati sia-sia atau berguna. Peperangan adalah salah satu cara menuju kematian.Namun, apakah ia menjadi kematian yang berguna atau sia-sia, bergantung pada keyakinan mereka yang melakoninya. Setidaknya, korban-korban yang berserak dalam peperangan bakal menjadi santapan kawanan buruk gagak tadi. Seperti yang tertera pada lukisan seniman muda dari Bandung, Anita Yustisia, di atas yang diberi judul The Aftermath I, II, dan III.
Here’s the rest of the article CLICKIE CLICKIE! (Koran Jakarta)
===========================
Oh and another one!
Melukis Absurditas Perang


Sunday, 21 August 2011 Seniman Muda, Anita Yustisia tengah memperhatikan lukisan yang ia hadirkan dalam pameran Survey #3. Pameran ini merupakan program tahunan Edwin Gallerdy untuk memetakan perkembangan seniman-seniman muda bertalenta. Sejumlah seniman muda menyorot kesia-siaan perang. Aroma kematian, perang, dan tema-tema kemanusiaan tersaji dalam pameran Survey #3 yang digelar di Edwin Gallery.Inilah karya dari seniman seniman muda yang ditemukan dan coba diangkat setelah pada seniman ini berkutat di dalam kampus. Barangkali Survey #3 yang tiap tahun dipelopori Edwin Gallery bisa menjadi ladang yang subur untuk menemukan seniman-seniman baru yang berkarakter kuat dalam menciptakan karyakarya seni.Mereka ini, yang diambil Edwin Gallery dari Yogyakarta dan Bandung umumnya masih muda.Sebagian baru lulus, sebagian masih berkutat di studio seni kampus. Meski belum matang benar, dan butuh sentuhan- sentuhan proses bereksperimen, karya yang dikumpulkan dalam pameran Survey #3 ini terbilang cukup menarik.Ide- ide yang dipaparkan juga memiliki kesatuan dari tema, yakni For Whom The Bell Tolls. For Whom The Bell Tolls sendiri adalah penggalan akhir dari aforisme terkenal John Donne dalam Meditasi 17 – Devotions Upon Emergent Occasions and is prose.Katakata ini,lantas populer setelah Ernest Hemingway menuliskannya dalam novel berjudul sama dan kemudian diproduksi menjadi sebuah film. Pun demikian dengan sejumlah musisi yang menjadikan katakata ini makin dikenal.
Salah satunya band heavy metal Metalica yang menggunakan penggalan kalimat itu untuk judul lagunya. Dalam pameran ini, seniman- seniman muda ini pun lantas mencoba untuk menggali persepsi mereka akan penggalan kalimat tersebut dalam wujud karya instalasi dan lukisan.
Hasilnya, wujud karya bertema perang, kesia-siaan perang, kematian absurditas dalam kehidupan dan peradaban, dan atau tentu saja potret muram lain tersaji dalam pameran ini. Salah satu karya yang mengulas tentang kematian dan kesia-siaan perang tersaji dalam karya Anita Yustisia.Lewat karyanya dalam tiga fragmen, Waiting For The Aftermatch 1- 3, Anita mencoba melukiskan kesia-siaan perang.
Lewat karya ini.Anita mencoba melukiskan gambar seorang pria dengan topeng. Fragmen pertama, Anita melukis wajah pria tampak samping dengan topeng hitam yang menyelimutinya, berikutnya, menengadah dan terakhir menatap tajam.
Bedanya, dalam tiap fragmen ini,Anita melukiskan burung gagak yang barangkali ia metaforakan sebagai gambaran kematian dari yang semula terbang, hingga pada fragmen terakhir ia lukiskan sedang hinggap dalam sebatang ranting.
“Saya coba menggambarkan suasana bagaimana sebenarnya perang itu sangat siasia. Sosok laki-laki itu adalah prajurit, sementara burung gagak itu metafora dari sebuah kematian,”tutur Anita kepada wartawan di Edwin Gallery.
Bagi Anita, perang adalah sia-sia. Ujungnya hanya perebutan kekuasaan dengan mengorbankan manusia- manusia lain. Kematian sia-sia inilah yang ia hadirkan lewat karyanya yang dibungkus dengan mixed medium. Selain Anita,kobaran kesiasiaan perang juga dihadirkan Paramitha Citta Prabaswara.
Read the rest of the article here KLIKK QLIQUE QLICUE (Harian Seputar Indonesia) (? ? ? ?)

SO I HERD U LIEK SLOWPOKE
Category Art, Movie, Ordinary Day | Tags: , anita yustisia, Nankyoku ryôrinin, The Chef of South Pole | No Comments
-
Kilojoules
February 28, 2012 by neetha
I started my day by listening to Kilojoules – Freelance Whales, repeatedly. Here’s the best part of the lyric:
Well I’m afraid I’m not qualified
to do any of these things for you
Well I’m afraid I’m not gonna
give you back any of those kilojoules
The late nights and weekends
Our hearts only run slowly
On the local track
So I’ve arranged for your
phobias to be performed by a string quartetKAPOW! Looks like I found a hatred song
I keep on wanting to sing this but I just can’t memorize the lyrics :-/ Oh and move on to the next part. I have been meeting my childhood friend recently and a week ago and 2 weeks before and so on
She studies in France for Master Degree and she has been offered for a 1 semester student exchange. Sophie’s her name
She gave me this chocolate from France and it’s called “Galak”, lolSo we had dinner today, with her mom, Sophie herself, my mom, & Adhi. We ate at Cabe Rawit and I had my second mixed veggie juice, ew. Here are some pics and there’s one that I think just made my day! *hypothetical high5 to Adhi*
Category Ordinary Day | Tags: | No Comments
-
The Randomness
February 27, 2012 by neetha
For the first time in my college life, I woke up late and if it weren’t for Maya, I would still have been in cotton island, glomping on fluffy sheep. I made some lunch and accidentally broke my water bottle. I didn’t literally break it, it’s just that I immediately put a very hot water in it and the bottle seems to be shrinking, just some parts of it. It was……sad to know that my favorite lunchbox isn’t as perfect like it used to. ANYHOW, I brought my DSLR and I just had to put more effort for bringing it, I mean, I brought books, lunchbox and a DSLR. I feel like carrying a humping elephant on my back. Seriously.But meh, I brought my DSLR for having some fun with pals, and have lunch with ‘em while I take pics
But guess what? Everything didn’t turn out as it planned. It was pouring and Citta wasn’t even there. I had fun just by talking with Maya, we had a lot to talk about. Here are some random pics of me and Maya. Don’t enjoy
Category Ordinary Day | Tags: | 1 Comment








